Mengungkap Struktur Tersembunyi di Balik Material Multilayer
Material polimer multilayer banyak digunakan pada industri kemasan pangan, otomotif, elektronik, farmasi, hingga material teknik karena mampu menggabungkan berbagai sifat unggul dalam satu struktur. Setiap lapisan memiliki fungsi spesifik, seperti ketahanan mekanik, penghalang gas, adhesi, atau perlindungan kimia.
Karena struktur yang kompleks tersebut, diperlukan teknik analisis yang mampu mengidentifikasi komposisi kimia setiap lapisan sekaligus memvisualisasikan distribusinya secara mikroskopis.
Dalam newsletter ini akan dibandingkan kemampuan FTIR Microscopy dan Raman Microscopy untuk menganalisis komposit polimer multilayer serta menunjukkan bagaimana kedua teknik tersebut saling melengkapi dalam menghasilkan informasi yang lebih komprehensif.
Tabel Komparasi FTIR MIcroscopy dan Raman Microscopy
| Aspek | FTIR Microscopy | Raman Microscopy |
| Prinsip Dasar | Mengidentifikasi material berdasarkan absorpsi radiasi inframerah oleh ikatan kimia atau gugus fungsi dalam molekul. | Mengidentifikasi material berdasarkan hamburan inelastik (Raman scattering) dari cahaya laser yang berinteraksi dengan molekul. |
| Informasi yang Diperoleh | Menampilkan informasi mengenai gugus fungsi (functional groups) pada molekul. | Menampilkan informasi mengenai struktur molekul dan backbone polimer. |
| Sangat Sensitif Terhadap | • Gugus amida (CONH)• Gugus hidroksil (OH)• Gugus karbonil (C=O)• Ester• Alkohol• Uretan | • Backbone polimer• Ikatan C–C• Ikatan C=C• Struktur kristalin• Pigmen dan filler anorganik |
| Keunggulan Utama | Sangat efektif untuk identifikasi berbagai jenis polimer dan kopolimer, terutama yang memiliki gugus fungsi polar. | Memiliki resolusi spasial yang sangat tinggi, sehingga mampu memetakan distribusi material hingga skala mikrometer bahkan submikrometer. |
| Aplikasi Utama | Identifikasi jenis polimer, analisis gugus fungsi, quality control material, dan pencocokan dengan library spektrum. | Analisis struktur polimer, distribusi pigmen, filler, kristalinitas, serta pemetaan kimia dengan resolusi tinggi. |
| Instrumen yang Digunakan pada Penelitian | Thermo Scientific™ Nicolet™ iN10 FTIR MicroscopeThermo Scientific™ Nicolet™ iN10 MX FTIR Imaging Microscope | Thermo Scientific™ DXRxi Raman Imaging Microscope |
| Keterbatasan | Memerlukan preparasi sampel yang lebih kompleks pada mode transmisi dan berpotensi menyebabkan deformasi sampel. | Beberapa sampel dapat mengalami fluoresensi, serta material tertentu memerlukan pengaturan daya laser yang rendah untuk mencegah kerusakan. |
Hasil Penelitian
- FTIR Transmisi Mapping pada Film Polimer Multilayer
Analisis FTIR berhasil mengidentifikasi lima lapisan berbeda pada film multilayer.
Komponen yang ditemukan antara lain:
- Polyamide (Nylon)
- Polyethylene
- Polyacrylate
- Polyurethane adhesive
FTIR mampu membedakan setiap lapisan melalui puncak-puncak karakteristik gugus fungsi yang muncul pada spektrum.


Hasil ATR Imaging
ATR berhasil mengidentifikasi:
- Nylon 6,6
- Polyethylene
- Polyacrylate
- Polyurethane adhesive
Yang menarik, lapisan adhesive polyurethane dengan ketebalan hanya sekitar 3–5 µm masih dapat divisualisasikan dengan jelas.

- Hasil Raman Imaging pada Film yang sama
Parameter Akuisisi
- Laser 532 nm
- Area: 132 × 150 µm
- Pixel size: 0.5 µm
- Total spektrum: 79.200

Raman berhasil mengidentifikasi:
- Polypropylene
- Polyamide
- Polyethylene
dengan batas antar lapisan yang jauh lebih jelas dibanding FTIR
Mengapa Raman Lebih Detail?
Karena:
- Tidak membutuhkan kontak fisik dengan sampel
- Tidak menyebabkan deformasi lapisan
- Resolusi spasial mencapai sub-mikron
Akibatnya struktur multilayer terlihat lebih tajam dan representatif terhadap kondisi sebenarnya.

Analisis Film Polimer Berwarna Biru pada FTIR

Puncak Hidroksil (OH)
Menunjukkan adanya:
Poly(ethylene vinyl alcohol) (EVOH)
Material ini umum digunakan sebagai lapisan penghalang oksigen pada kemasan makanan.
Puncak Amida
Mengonfirmasi keberadaan Nylon 11.
Puncak Karbonil
Menunjukkan keberadaan:
- Vinyl acetate
- Maleic anhydride
- Acrylate copolymer
FTIR sangat unggul dalam mendeteksi gugus-gugus polar tersebut.
Analisis Film Polimer Berwarna Biru pada Raman Imaging

Raman Imaging menunjukkan hasil yang lebih detail.
Peneliti menemukan:
Lima Lapisan Berbeda
Bahkan ketika beberapa lapisan sulit dibedakan menggunakan FTIR.
Distribusi Pigmen Biru
Raman mengidentifikasi adanya pigmen:
Lazurite
yang tidak terdeteksi pada FTIR.
Salah satu hasil paling menarik dari penelitian ini adalah visualisasi distribusi pigmen lazurite.

Raman menunjukkan bahwa:
- Sebagian besar pigmen terdispersi homogen
- Terdapat partikel besar berukuran < 3 µm
- Pigmen berada terutama pada Layer 4
Informasi ini sangat penting untuk:
- kontrol kualitas warna
- analisis dispersi pigmen
- investigasi cacat produk
Kesimpulan
Penelitian ini menunjukkan bahwa FTIR dan Raman bukanlah teknik yang saling menggantikan, melainkan saling melengkapi.
FTIR unggul untuk:
✔ Identifikasi polimer berdasarkan gugus fungsi polar
✔ Analisis amida, ester, alkohol, dan karbonil
✔ Pencocokan library polimer
Raman unggul untuk:
✔ Resolusi spasial tinggi
✔ Analisis lapisan sangat tipis
✔ Identifikasi pigmen dan filler
✔ Visualisasi distribusi material secara detail
Dengan menggabungkan kedua teknik tersebut, diperoleh karakterisasi multilayer polymer composite yang jauh lebih lengkap dibandingkan menggunakan satu teknik saja.
Aplikasi Industri
- Kemasan makanan multilayer
- Film barrier EVOH
- Laminasi plastik
- Material otomotif
- Komposit elektronik
- Failure analysis
- Quality control manufaktur
- Reverse engineering produk kompetitor
Referensi
Heintz, R., Wall, M., Ramirez, J., & Woods, S. (2018). Complementary Use of Raman and FTIR Imaging for Multi-Layer Polymer Composite Analysis. Thermo Fisher Scientific Application Note AN52690.