Di tengah meningkatnya penggunaan kendaraan, performa mesin tidak lagi hanya bergantung pada desain, tetapi juga pada kualitas minyak lumas yang terus berubah seiring waktu, jarak tempuh, dan kondisi operasi. Tanpa monitoring yang tepat, degradasi minyak lumas—mulai dari oksidasi, kontaminasi, hingga penurunan aditif—sering terjadi tanpa terdeteksi hingga akhirnya berdampak pada kerusakan mesin dan biaya perbaikan yang tinggi.
Di sinilah peran analisis minyak lumas menjadi krusial. Dengan memantau parameter penting seperti viskositas, keausan logam, kandungan air, jelaga, nitrasi, sulfasi, hingga fuel dilution, kondisi pelumas dapat dipetakan secara menyeluruh dan real-time.
Menggunakan teknologi FTIR (Fourier Transform Infrared), analisis ini mampu memberikan insight cepat dan akurat terhadap perubahan kimia dalam minyak lumas. Hasilnya bukan sekadar data, tetapi dasar pengambilan keputusan: kapan oli harus diganti, bagaimana performa mesin dijaga, dan di mana potensi risiko dapat dicegah lebih awal.
Pendekatan berbasis data ini membuka peluang efisiensi yang signifikan—mengurangi downtime tak terduga, memperpanjang umur mesin, mengoptimalkan jadwal maintenance, hingga menekan biaya operasional. Dengan kata lain, FTIR bukan hanya alat analisis, tetapi investasi strategis untuk menjaga performa dan profitabilitas operasional.
Kenapa Analisis Minyak Lumas Itu Penting?
Minyak lumas bukan sekadar pelicin—ia adalah “penjaga senyap” umur mesin. Selama pemakaian, kualitasnya menurun akibat:
- Oksidasi
- Kontaminasi (air, bahan bakar, partikel)
- Degradasi aditif
Monitoring rutin membantu:
- Mengurangi downtime
- Memperpanjang umur mesin
- Mengoptimalkan jadwal penggantian oli
- Menekan biaya maintenance
Metode Utama: FTIR Oil Analyzer
Teknologi FTIR (Fourier Transform Infrared) digunakan untuk:
- Mendeteksi perubahan kimia dalam minyak
- Mengidentifikasi kontaminan & degradasi
- Menganalisis berbagai fase (padat, cair, gas)
Keunggulan:
- Cepat & akurat
- Resolusi tinggi
- Bisa memantau banyak parameter sekaligus
Metode Pengujian
- Sampel: Minyak lumas formulasi & produk pasar
- Aplikasi: Kendaraan diesel
- Interval pengujian:
- 0 km
- 5.000 km
- 10.000 km
- 15.000 km
Hasil Pengujian
Hasil pengujian menggunakan FTIR Oil Analyser menghasilkan sembilan utama jenis pengukuran inframerah yang mewakili masing-masing karakteristik minyak lumas berdasarkan panjang gelombangnya. Analisis ini bersifat umum dan tidak bisa digunakan dengan tepat untuk menganalisis semua jenis pelumas. Spesifikasi kendaraan tertera di Tabel 2. Beberapa hasil analisis yang berhubungan dengan minyak lumas mesin diesel sebagai obyek penelitian, tersaji dalam Tabel 3 dan Tabel 4.

Dari hasil pengujian di tabel 3 dan 4, intisari hasil pengujiannya adalah :

Gambar 1. Spektrum FTIR Minyak Lumas dan Monitoring Jarak Tempuh Kendaraan Diesel
Spektrum FTIR pada Gambar 1 menunjukkan peningkatan intensitas pada daerah karbonil (~1700 cm⁻¹) yang mengindikasikan terbentuknya produk oksidasi seiring bertambahnya jarak tempuh. Puncak nitrasi dan sulfat juga terdeteksi namun masih dalam batas aman, sementara tidak ditemukan indikasi kontaminasi air maupun coolant. Hal ini memperkuat hasil kuantitatif bahwa minyak lumas masih dalam kondisi layak hingga 15.000 km.
Interpretasi Spektrum:
- ~2900 cm⁻¹ (C–H stretch) : Menunjukkan struktur hidrokarbon dasar minyak lumas (stabil)
- ~1700 cm⁻¹ (C=O, oksidasi) : Semakin tinggi seiring jarak tempuh, Konsisten dengan kenaikan oxidation by-product
- ~1630 cm⁻¹ (nitrasi) : Terbentuk dari reaksi NOx selama pembakara, Masih dalam batas aman
- ~1150 cm⁻¹ (sulfat) : Indikasi produk oksidasi sulfur, Meningkat, tapi belum kritis
FTIR mengukur 9 parameter utama:
- Antioksidan → stabil, masih efektif
- Air (Water Content) → tidak ada kontaminasi signifikan
- Soot (jelaga) → meningkat signifikan di 15.000 km
- Oksidasi → naik seiring pemakaian
- Nitrasi → masih dalam batas aman
- Antiwear → perlindungan keausan baik
- Fuel Dilution → tidak terdeteksi
- Sulfat → meningkat tapi masih aman
- Ethylene Glycol → tidak ada kebocoran coolant
Rekomendasi Instrumen FTIR dari Thermo Scientific
Entry Level -> Nicolet Summit Family

Medium End -> Nicolet Apex

High End -> Nicolet IS50

Kesimpulan
Berdasarkan hasil uji menggunakan FTIR Oil Analyser, minyak lumas hasil formulasi dan minyak lumas Pertamina yang ada di pasaran secara garis besar menunjukkan karakteristik yang masih dalam level aman sampai jarak tempuh 15.000 km. Pada minyak lumas tidak terdapat kontaminasi air, bahan bakar, dan cairan anti beku yang menunjukkan bahwa kondisi kendaraan uji layak dan dalam kondisi baik.
Alphasains Dinamika merupakan distributor peralatan laboratorium seperti FTIR, Raman, Oil & Grease Extractor, 3D Digital Microscope, Chromatography Consumables, Thin Layer Chromatography, Gas Generator, Microscopes, UV-Vis Spectrophotometer, Microplate Reader, General Lab Instruments, High Throughput Genotyping System, Real-Time Live Cell Imaging System, dll yang memiliki keagenan beberapa brand dari berbagai negara di dunia, baik Asia, Amerika maupun Eropa. Beberapa brand diantaranya adalah Thermo Scientific (US), OSS (US), DeltaPix (Denmark), dan lainnya. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk kami, silahkan kunjungi www.alphasains.com atau email ke sales@alphasains.com
Referensi
- Harmita, 2006, Analisis Fisika Kimia, Departemen Farmasi FMIPA-UI, Jakarta
- Interpreting the standard Bio-Rad IR Oil Analyser Report, The BIO-RAD Oil Analyzer Operator’s Manual.
- Hanifuddin,dkk. 2011. Penggunaan Infra Red Oil Analyser untuk Memantau Kondisi Minyak Lumas Mesin Diesel. Lemigas. Jakarta.